KEMAMPUAN MAHASISWA 4.0

Masa-masa kuliah adalah masa yang tidak dapat dilupakan dan penting untuk tidak disia-siakan, tidak hanya dengan duduk di dalam kelas sembari menyimak penjelasan  dosen dengan patuh dan mengerjakan tugas-tugas dengan tepat waktu. Edukasi yang baik di perguruan tinggi tidak hanya ketika  menjalani tes secara kognitif. Tetapi juga datang dari berbagai kegiatan organisasi, komunitas, dan menjadi bagian dari kepengurusanya. Tantangan di sana jauh lebih mamatangkan segala aspek yang ada dalam diri mahasiswa. Di sana akan belajar bagaimana cara mengapresiasi, mengkritik, dikritik, mencipta, berkreasi, memberi saran, merancang agenda besar dan mampu bekerja di lapangan.

KEMAMPUAN MAHASISWA 4.0

Dunia kerja pasca kampus nanti tidak  hanya butuh ijazah dan angka IPK-mu yang tinggi, tetapi perusahaan atau lembaga juga butuh  keyakinan kompetensi dari seorang mahasiswa sebagai tolok ukur dan alat tukar dengan kompensasi gaji yang mereka berikan. Bahkan pada era 2020-2040 diperkirakan Indonesia akan menghadapi era bonus  demografi. Di era ini, limpahan penduduk yang berusia produktif jauh lebih dominan ketimbang yang non-produktif dibanding penduduk yang hanya mengandalkan IQ tinggi tanpa kompetensi.

Sebagai lulusan kampus mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi Brebes adalah bagian dari usia produktif yang akan  menghadapi era bonus demografi, jika tidak membekali diri dengan skill tambahan dari apa yang didapatkan di meja perkuliahan, maka akan berpotensi menjadi pengangguran. Apalagi Revolusi Industri 4.0 telah gaungkan oleh pemerintah. Birokrasi menyadari negara ini harus menerapkan sistem revolusi tersebut untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain. Bahkan tidak ada alasan lagi untuk menghindari pembelajaran penting yang menunjang kemampuanmu bertahan dari gempuran robot dan teknologi yang siap akan menggantikan manusia di jagad raya ini.

Nah, skill tambahan apa saja yang harus dimiliki mahasiswa PBSI – UMUS di masa depan?

  1. Leadrship atau Kepemimpinan

Keterampilan memimpin sebetulnya bisa dipelajari oleh setiap orang, karena kemampuan memimpin bukanlah bakat semata, tetapi kemampuan fitrah manusia sebagai seorang pemimpin. Keterampilan tersebut meliputi mampu mengambil keputusan, berbicara dihadapan publik, memiliki pemahaman dan wawasan komprehensif, menggunakan bahasa yang  memukau, mampu menjawab pertanyaan, menguasai forum, mengambil resiko, memahami tujuan dan berani berdebat. Jika kemampuan ini terus diasah dan diselami dengan keyakinan yang kuat dan mantap, maka keterampilan memimpin bukan menjadi kebiasaan lagi tetapi dapat menjiwai hati sanubari.

  • Kerjasama atau teamwork

Membangun kerjasama dan menyusun teamwork adalah keterampilan yang harus diupayakan oleh seorang mahasiswa, karena bekerjasama atau temwork tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Terdapat  beberapa tantangan yang harus kamu persiapkan solusinya, seperti statusnya sebagai teman dekat, ada ketidaksukaan, diam-diam diremehkan, nothing respek, selalu banyak alasan dan sebagainya. Jadi, semua ini yang harus dipelajari secara terus menerus dan harus belajar menjadi orang yang bisa  menempatkan ketegasan, logika dan keramahan  serta apresiatif dijalurnya masing-masing. Jangan sampai bercampur aduk  hingga membingungkan  timmu sendiri.

  • Kreatifitas

Kreatifitas pun  pada dasarnya bisa dipelajari masing-masing  orang. Belajarlah untuk berpikir dalam dan teliti terhadap sesuatu dan berkreasilah dengan keilmuan bidang yang kamu tekuni karena satu-satunya sarana untuk mengembangkan kreatifitas bagi pemula atau dengan mind mapping. Dengan itu, biarkan isi  pikiranmu tumpah dengan liar. Selanjutnya, kamu bisa memilih ide-ide yang terbaik untuk diterapkan dan dikembangkan sesuai dengan kemampuanmu.

  • Inovatif

Inovatif memiliki hubungan yang erat dengan kreatifitas. Inovatif cenderung kepada kreasi hal-hal yang baru  ataupun kombinasi yang  belum pernah ada. Untuk melakukan inovasi harus melalui pola pikir kreatif terlebih  dahulu dengan mengembangkan wawasan yang kamu peroleh dari berbagai aspek. Kamu bisa banyak bacaan, referensi, eksperimen dan pengalaman untuk membuat inovasi. Keandalan inovasi ada ketergantungan dari kemampuanmu dalam menampung berbagai aspek yang kamu peroleh. Semakin banyak dan kuat dalam menampung dan beraksi, maka semakin kuat dan hebat pula dalam berinovasi.

  • Manajerial

Keterampilan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan meggerakkan para tim kearah pencapaian tujuan  yang telah ditentukan organisasi/lembaga/perusahaan. Semua orang mempunyai kemampuan manajerial, asal kamu asah secara terus menerus baik melalui pengalaman di organisasi atau komunitas maupun bersama dengan masyarakat, maka keterampilan manajerial akan tumbuh dengan baik. Ketika berurusan dengan struktur perkuliahan, kemampuan ini bisa diasah secara terus menerus melalui kuliah kerja nyata (KKN) dan praktek pengenakan lapangan (PPL) bahkan semacam observasi lapangan yang biasa kenal dengan sebutan kuliah kerja lapangan (KKL).

Nah itulah skill tambahan yang harus kamu kuasai di dunia paska kampus. Semoga bisa kamu renungi sebagai persiapan menghadapi dunia baru. Selamat Berjuang!

 ghufronironi@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *